TENTANG MELUKIS ATAU MENGILUSTRASIKAN SOSOK YESUS KRISTUS

 
Khusus untuk Terang Hidup dan kawan-kawan ....
TENTANG MELUKIS ATAU MENGILUSTRASIKAN SOSOK YESUS KRISTUS

Ada satu ajaran yang ditinggalkan oleh ummat Kristen, yaitu LARANGAN IBADAH MENGGUNAKAN PATUNG dan GAMBAR.

Padahal sangat jelas bahwa Nabi Isa a.s. melarang membuat PATUNG dan GAMBAR. Ini bukan KATA UMAT ISLAM, bukan KATA TELEVISI, bukan KATA MASS MEDIA, tapi kata KITAB, bukti terkuat sebuah agama yang dipercayai sebagai UCAPAN TUHAN.

Di dalam Alkitab Kristen cukup banyak larangan Allah untuk membuat berupa patung atau berhala atau sejenisnya, terlebih lagi sujud menyembah dihadapan patung atau berhala tersebut. Namun kenyataan, hampir setiap gereja justru banyak sangat patung dan gambar yang “dipercayai” sebagai gambar Yesus dan Maria. Lebih parah lagi karena Patung dan gambar itu digunakan untuk ibadah, beberapa gereja mengajarkan untuk sujud dihadapan patung Yesus.

Hampir di setiap ruang rumah umat Kristen pula paling kurang dipajang gambar wajah Yesus bersama ibunya Maria. Dan umumnya mereka sangat menghormati patung atau gambar atau lukisan wajah YEsus dan Ibunya Maria. Dan mereka lazimnya jika berdoa selalunya menghadap pada gambar makhluk ciptaan Allah itu.

Bahkan mereka lebih khusyuk berdoa atau memohon sesuatu bila menghadapkan wajah mereka ke patung atau gambar maupun lukisan tersebut. Padahal sangat jelas Allah dalam Alkitab mereka sendiri melarang membuat apalagi menyembah ke hadapan patung tsb.

[Keluaran 20:4] Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
[Keluaran 20:5] Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

[Ulangan 4:23] Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat.
[Imamat 26:1] “Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

Umat Kristen sering berkata bahwa itu semua ialah ayat Taurat dan Kitab para Nabi dalam Perjanjian Lama yang sudah tidak berlaku lagi karena Yesus telah menebusnya dengan mati ditiang salib dan Perjajian Lama itu telah ditukar dengan Perjanjian Baru yaitu “Injil”.
Pernyataan umat Kristen ini sama sekali tidak betul karena Yesus sama sekali tak menghapus setitik kecil pun dari hukum Taurat dan kitab para Nabi

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SELAMA BELUM LENYAP LANGIT DAN BUMI INI, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
[Lukas 16:17] LEBIH MUDAH LANGIT dan BUMI LENYAP dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Dan bahkan Yesus sendiri pun melarang patung dan gambar digunakan dalam ibadah, ini ayatnya:
[Yohanes 4:23] Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
[Yohanes 4:24] Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Setidaknya dari ayat diatas, dapat kita ambil kesimpulan:

1. Yesus mengajarkan menyembah pada ALLAH, bukan menyembah dirinya
2. Yesus mengajarkan kita harus menyembah ALLAH dalam roh, bukan dalam wujud, bukan dalam bentuk. Tidak ada yang tahu wujud ALLAH!
3. Yesus mengaku dirinya bukan ALLAH, kerana ia berwujud, dapat dilihat.
4. Yesus melarang penyembahan selain pada ALLAH
5. Yesus melarang menggunakan patung dan gambar atau wujud lain dalam menyembah kepada ALLAH.

Jika memang Yesus itu Tuhan dan jika memang Yesus itu menyuruh menggunakan patung dan gambar dalam beribadah, tentu paling tidak ayatnya menjadi seperti ini:

[23] Penyembah-penyembah yang benar akan menyembahku dalam patungku dan gambarku, sebab aku menghendaki penyembah-penyembah demikian.
[24] ALLAH atau Yesus itu berwujud manusia dan barangsiapa menyembahku, harus menyembahku dalam wujud patungku atau gambarku.

Perintah Allah yang sangat jelas, sangat tegas dan sangat keras ini ternyata sama sekali tidak dilaksanakan oleh hampir semua umat Kristen. Bahkan mereka bangga pada patung dan gambar Yesus serta ibunya Maria. Tidak jarang kita dapati mereka menggunakan gambar Yesus atau Marry sebagai wallpaper hape, iphone, PDA atau desktop PC.

Dari sini saja kita dapat melihat bahwa yang mematuhi larangan membuat patung dan sujud menyembah kepada patung tersebut justru adalah Umat Islam. Karenanya ke rumah muslim manapun kita pergi, tidak akan pernah kita temui patung atau gambar wajah Muhammad. Ini bukti bahwa yang mengamalkan ayat-ayat Alkitab itu justru Umat Islam.

Ajaran yang telah hilang ini dimurnikan lagi oleh Allah melalui Rasulullah Muhammad SAW dalam Qur’an:

"Dan di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. An’aam[6]:74)

"Ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung Apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. Al-Anbiya[21]:52)

"Maka Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan (kerugian) kepada mereka dan tidak kemanfaatan? (QS. Thaahaa[20:89)

"Dan, ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, Maka Barangsiapa yang mengikutiku, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golonganku, dan Barangsiapa yang mendurhakai Aku, Maka Sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ibrahim[14]:35-36)

Dan masih banyak lagi ayat Qur’an yang melarang menggunakan penciytaan seperti patung atau gambar, kendati hanya sebagai pajangan, apalagi digunakan untuk beribadah.

Jika memang kita semua mencintai Nabi Isa a.s. maka sebaiknya segala perintahnya kita jalankan dan segala larangan kita tinggalkan. Jangan ada lagi wujud Tuhan dalam patung atau gambar.

Dan sebagaimana telah terbukti, yang menjauhi larangan menggunakan patung dan gambar makluk ini adalah umat Islam. Sedangkan umat Kristen malah terang-terangan melanggar apa yang dilarang oleh ALLAH melalui para Nabi terdahulu dalam Perjanjian Lama, termasuk oleh Yesus sendiri dalam Perjanjian Baru. Ingatlah, berapa sering sekali umat kristen mencemooh umat Islam sebagai anti kristus, sang penentang ajaran Yesus. But let’s see who is the real antichrist?

Lalu, bagaimana dengan LARANGAN MELUKIS SOSOK NABI MUHAMMAD SAW?

Baca penjelasannya di sini:

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar