KITABULLAH

Don Brondol
Saya bertanya kepada PARA MUSLIM,, apakah Quran, Taurat dan INJIL adalah Firman Allah ? pasti iya
Apakah Muslim percaya bahwa hanya Quran yang tidak berubah, sedangkan Taurat dan Injil sudah dirubah oleh manusia ? Pasti iya

Tentunya sebagai muslim harus percaya Quran kan?

Mari kita bahas Quran...

QS 3:3
Sahih International
He has sent down upon you, [O Muhammad], the Book in truth, confirming
what was before it. And He revealed the Torah and the Gospel.
Dia menurunkan Al Kitab , kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab
yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, (3:3)
>>>" Dia " ini siapa ? Tentunya ALLAH... ALLAH Membenarkan dan
MENURUNKAN Taurat dan INJIL... >>> BERARTI TAURAT DAN INJIL
adalah FIRMAN ALLAH..<<<

mari kita lanjutkan....

QS 6:115
And the word of your Lord has been fulfilled in truth and in justice.
None can alter His words, and He is the Hearing, the Knowing.
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil.
Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang
Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. (6:115)

>> Jadi
menurut Quran.. tidak ada yang bisa merubah Firman ALLAH.. apapun itu
firmannya baik Quran, Taurat dan Injil ...( lihat QS 3:3)

lanjut
QS 18 :27
And recite, [O Muhammad], what has been revealed to you of the Book of
your Lord. There is no changer of His words, and never will you find in
other than Him a refuge.

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan
kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu Tidak ada yang dapat merobah
kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat
berlindung selain dari pada-Nya.

>> Jadi menurut Quran..
tidak ada yang bisa merubah Firman ALLAH.. apapun itu firmannya baik
Quran, Taurat dan Injil ...( lihat QS 3:3)

ingat di quran.. kata2 dalam tanda kurung itu tidak ada dalam bahasa aslinya...

Jadi..
1, kalau Quran mengatakan bahwa Injil dan Taurat sudah dirubah... maka
Quran sudah BERUBAH.... berarti Quran BUKAN FIRMAN ALLAH...

2. Kalau Quran memang FIRMAN ALLAH DAN TIDAK BERUBAH.. Lantas siapa yang
mengatakan Taurat dan Injil sudah dirubah2..????? NABI MUHAMMAD KAN ???

Jadi terbukti juga bahwa NABI MUHAMMAD adalah NABI PALSU.. yang sudah merubah2 FIRMAN ALLAH....

Gimana muslim menjelaskan hal ini ???

with thanks to Mr Shamoun...

Original Posting lihat di sini.

======================
JAWABAN TERPILIH

Gus Mendem
Masih tentang kitab wahyu yang dipalsukan, seorang debater kristen menulis begini:

MUSLIM BERPENDAPAT TAURAT ITU PALSU!
PADAHAL YANG DI DENGAR OLEH MUHAMMAD SAW WAKTU BELIAU MASIH HIDUP JUGA TAURAT.

Pertanyaan: YANG DIBACA ATAU DIDENGAR NABI MUHAMMAD SAW DI DALAM KETERANGAN HADIST SAHIH BERIKUT INI TAURAT ASLI ATAU PALSU?

[Hadits Sahih Bukhari 6336] Telah menceritakan kepada kami Ismail bin
Abdullah telah menceritakan kepadaku Malik dari Nafi dari Abdullah bin
Umar radliallahu anhuma, bahwasanya ia menuturkan; orang-orang Yahudi
mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan mengisahkan bahwa
ada seorang laki-laki dari mereka dan seorang wanita melakukan
perzinahan.Rasulullah bertanya:"Bagaimana yang kalian dapatkan dalam
Taurat tentang hukuman rajam?" Mereka menjawab, "Kami sekedar membongkar
kejahatannya di depan umum dan mereka didera."Serta merta Abdullah bin
Salam berdiri dan mengatakan: "Kalian semua bohong, dalam (Taurat) ada
hukuman rajam." Maka mereka membawa Taurat dan membagikannya diantara
hadirin.Salah seorang diantara mereka berusaha menutup-nutupi ayat rajam
dengan tangannya sehingga ia baca sebelum dan sesudahnya. Dengan tegas
Abdullah bin Salam menegur, "Angkat tanganmu!" ia pun mengangkat
tangannya. Ternyata di sana terdapat ayat hukum rajam. Mereka menjawab,
"Benar engkau ya Muhammad, sungguh dalam isinya terdapat hukum rajam."
Maka Rasulullah memerintakan keduanya untuk dirajam, dan diberlakukanlah
hukuman tsb. Dan kulihat si laki-laki berusaha membungkuk ke arah si
wanita untuk melindunginya dari lemparan batu.

[Hadits Sahih
Bukhari 6987] Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah
menceritakan kepada kami Utsman bin Umar telah mengabarkan kepada kami
Ali bin Mubarak dari Yaya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu
Hurairah berkata,"Ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani, dan
mereka menafsirkannya dengan bahasa Arab untuk pemeluk Islam." Spontan
Rasulullah Sallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jangan kalian
membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, katakan saja:
"Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan.

[Sumber: <a href="http://www.lidwa.com/"role=button>www.lidwa.com</a>]

JAWAB:
Riwayat di atas sesungguhnya menjelaskan dengan sendirinya makna kualitatif firman Allah SWT berikut ini:
"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepada kamu Rasul Kami,
menjelaskan kepada kamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan
dan (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah datang kepada kamu cahaya
dari Allah dan Kitab yang terang." (QS. Al-Maaidah: 15).
Perhatikan kata "dibiarkannya" dalam ayat tsb, lalu coba fahami sendiri
bagaimana kata itu terhubung dengan Hadits Bukhari 6336 & 6987.
Sekedar illustrasi, itu pun jika anda masih pura-pura bingung
menyangkut "keaslian" Taurat (termasuk Zabur dan Injil), sebagaimana
penjelasan berikut:

Bahwa Al-Qur'an mengandung unsur Taurat,
Zabur dan Injil, bagi setiap muslim bukanlah hal yang mengherankan.
Tetapi harap digarisbawahi bahwa itu bukan berarti bahwa umat Islam
meyakini Nabi Muhammad saw telah memasukkan unsur-unsur tsb ke dalam
Al-Qur'an. Umat Islam mengerti dengan baik bahwa sejatinya yang
memasukkan unsur-unsur Taurat, Zabur dan Injil ke dalam Al-Qur'an adalah
Allah SWT sendiri melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
Adanya persamaan ayat-ayat antara Al-Qur'an dengan ketiga kitab
pendahulunya tentu saja tidak dapat diartikan sebagai bukti bahwa
Al-Qur'an menjiplak ketiga kitab sebelumnya. Tetapi sebaliknya, justru
merupakan bukti bahwa ayat-ayat dimaksud berasal dari sumber yang sama,
yaitu Allah SWT.

Dengan demikian, tentu saja yang tertulis di
dalam Al-Qur'an adalah firman Allah SWT yang sebenarnya, yang tidak
pernah (berhasil) diubah oleh siapa pun, termasuk oleh umat Yahudi yang
diam-diam telah melakukan hal tsb pada tiga kitab sebelumnya.
Dengan kata lain, Al-Qur'an adalah kitab wahyu Allah SWT (yang pernah
diwahyukan) kepada para nabi terdahulu, yang kemudian diwahyukan kembali
oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. Karenanya, segala keterangan
menyangkut kitab-kitab terdahulu itu pun dengan sendirinya dianggap
telah termaktub dalam Al-Qur'an.

Adapun yang dimaksud dengan
Taurat, Zabur dan Injil di sini tentu saja bukan Perjanjian Baru dan
Perjanjian Lama dalam alkitab milik umat Kristen seperti sekarang ini.
Alkitab yang ada dewasa ini sudah tidak asli lagi karena sudah dikotori
oleh tangan-tangan jahil manusia yang menuliskan buah pikirannya sendiri
tetapi mengaku bahwa apa yang ditulisnya itu berasal dari Allah.
Tentang kitab Taurat, Zabur dan Injil ini, Rasulullah berpesan agar
kita jangan percaya, atau menolak keseluruhan isinya. Wasiat beliau ini
mengisyaratkan bahwa kitab-kitab tsb masih mengandung kebenaran ilahiah,
walau pun hanya sedikit.

Ayat-ayat yang masih benar dan
(boleh dianggap) asli pada umumnya adalah ayat-ayat yang sesuai dan
tidak bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an seperti contohnya dalam
Kitab Ulangan 6:4 yang menjelaskan tentang keesaan Tuhan, atau kitab
Yohanes 8: 5-7 tentang hukum rajam. Sedangkan kitab Roma 10:9 tulisan
Paulus misalnya, yang menyatakan bahwa Allah telah membangkitkan Yesus
sebagai Tuhan, tidak dapat diterima oleh umat Islam karena jelas-jelas
bertentangan dengan Al-Qur'an.

Tentang mana ayat yang benar,
mana yang tidak benar, mana yang ditambah, dikurangi, dirobah dan lain
sebagainya, itulah sesungguhnya yang menjadi tugas para Kristolog dalam
rangka membuktikan kebenaran Al-Qur'an. Sebab dengan ditemukannya
sedemikian banyak kesalahan, pertentangan, kekeliruan, penambahan,
pengurangan dan berbagai kasus absurditas dalam Alkitab justru semakin
menunjukkan dan menambah keyakinan akan kebenaran Al-Qur'an sebagai
kitab wahyu Allah yang sebenarnya.

Al-Qur'an
menginformasikan bahwa kitab-kitab wahyu sebelumnya (Taurat, Zabur dan
Injil), sudah tidak suci lagi karena ayat-ayat Tuhan di dalamnya telah
dirobah oleh tangan-tangan jahil manusia tidak bertanggungjawab.
"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan
tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, "Ini dari Allah", karena
mereka hendak memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu"
(QS. Al-Baqarah: 79).

Karena itu, Al-Qur'an sebagai kitab
pengganti sekaligus penyempurna kitab-kitab terdahulu dijamin
keasliannya sepanjang zaman oleh Allah SWT.

"Sesungguhnya
Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya Kami pula yang
benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9).

Dalam hal ini, Al-Qur'an berfungsi sebagai kitab pengganti untuk menguji ayat-ayat yang telah dirobah tsb.
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini menjelaskan kepada Bani Israel sebagian
besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya." (QS.
An-Naml: 76).

Oleh karena itu tak heran apabila terdapat
beberapa persamaan antara Al-Qur'an dengan Taurat, Zabur, dan Injil.
Sebab seperti dijelaskan sebelumnya, kebenaran dalam kitab-kitab tsb
telah diwahyukan kembali oleh Allah SWT ke dalam Al-Qur'an. Bahkan
dengan beberapa keterangan menyangkut "nasib" kitab-kitab tsb setelah
ditinggal wafat oleh masing-masing nabi yang mewariskannya.
Berikut ini adalah sebagian dari penjelasan Al-Qur'an tentang kebenaran
wahyu Allah dalam kitab-kitab terdahulu yang disembunyikan:
"Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya
tatkala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada
manusia". Katakanlah, "Siapa yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa
oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab
itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan
(sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya. Padahal telah
diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui?"
(QS. Al-An'aam: 91).

Maka Nabi Muhammad diutus Allah untuk
menjelaskan isi Alkitab yang disembunyikan tsb, sebagaimana dimaksud
dalam QS. Al-Maidah: 15 di atas. Nabi Musa alaihissalam dengan
Tauratnya dan Nabi Isa alaihissalams dengan Injilnya adalah nabi-nabi
khusus untuk Bani Israel saja.

"Dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil." (QS. As-Sajdah: 23).
"Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya
nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan
Allah) untuk Bani Israil." (QS. Az-Zukhruf: 59).

Al-Qur'an
sebagai kitab suci pamungkas diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad,
untuk seluruh alam semesta, termasuk orang-orang sebelumnya (pengikut
Nabi Isa as).

"Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain
daripada-Nya? Katakanlah. "Datangkanlah keterangan-keterangan kamu.
Al-Qur'an ini adalah pengajaran bagi orang-orang yang bersamaku dan
pengajaran bagi orang-orang sebelumku". Tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui kebenaran, karena itu mereka berpaling." (QS. Al-Anbiyaa':
24).

"Dan tiadalah ia (Al-Qur'an) melainkan pengajaran untuk semesta alam." (QS. Al-Qalam: 52 & At-Takwiir: 27).
"Dan Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku (Muhammad), supaya dengannya
(Al-Qur'an itu) aku memberi peringatan kepada kamu dan kepada
orang-orang yang sampai (Al-Qur'an) kepadanya." (QS. Al-An'aam: 19).
Dari sedikit penjelasan di atas, maka gugatan beberapa debater kristen
bahwa umat Islam telah mengingkari firman Allah SWT sebagaimana tertulis
dalam surah Yunus berikut sama sekali salah alamat.

"Tidaklah
mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an
itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum
yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan)
dari Tuhan semesta alam." (QS. Yunuis: 37)

Membenarkan
kitab-kitab terdahulu dalam ayat di atas harus dimaknai sebagai
PANGAKUAN IMAN setiap muslim bahwa Allah BENAR-BENAR telah menurunkan
kitab-kitab wahyu-Nya selain Al-Qur'an.

Tapi kata MEMBENARKAN
di atas TIDAK BOLEH DIARTIKAN sebagai pengakuan bahwa umat muslim harus
menerima kebenaran seluruh isinya.

Kenapa? Karena Al-Qur'an
sendiri menyiratkan bahwa ayat-ayat suci Tuhan di dalam kitab-kitab tsb
telah bercampur baur dengan tulisan tangan manusia yang mencurahkan buah
pikirannya sendiri, tapi mengaku bahwa apa yang ditulisnya itu adalah
firman Tuhan.

Salahsatu contoh kasus fatal dari campur tangan
manusia yang sangat merendahkan kuasa Tuhan -- karena mustahil tuhan
mengajarkan hal-hal bodoh kepada umat manusia -- dapat dilihat di sini:

https://www.facebook.com/notes/cah-bagus-menjawab-fitnah-misionaris/sains-dan-alkitab-kesalahan-fatal-pencitraan-bintang/272877702814929</a>
==========

Original Posting lihat di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar